Semarak Festival Teluk Jailolo
Acara puncak FTJ 2011 pun diadakan di acara penutupan, Cabaret on The Sea, pertunjukan kabaret budaya dikemas dengan konsep lokal Halmahera Barat yang unik. Terinsipirasi dari keindahan alam Teluk Jailolo, FTJ 2011 menampilkan kolaborasi tari dan musik yang digelar di atas panggung laut dan menjadi ciri khas puncak acara Festival Teluk Jailolo setiap tahun.
Seluruh pemain, menurut event director Cabaret on The Sea dari Idea Production, Dyah Kusuma, adalah masyarakat lokal Halbar yang telah menjalani workshop selama kurang lebih tiga bulan. Mereka terdiri dari anak-anak sekolah, masyarakat, nelayan, dan petani. Pertunjukan kolosal ini diperankan 150 penduduk yang dipersembahkan khusus sebagai apresiasi untuk tamu-tamu yang berkunjung ke FTJ 2011. ”Semangat dan kreativitas masyarakat yang jauh dari kecanggihan teknologi ini akan menjadi inspirasi daerah-daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan potensi wisata masing-masing,” paparnya.
Cabaret on The Sea mengisahkan tentang persahabatan seorang putri dari daratan dengan seorang pangeran dari lautan yang berwujud ubur-ubur. Mereka berjuang bersama-sama melawan para perusak alam. Kisah ini dikemas secara menarik dalam wujud tak hanya tarian dan musik, juga akrobatik. Perpaduan kostum berwarna-warni yang dikenakan para pemain, menambah pesona senja Teluk Jailolo sore hari itu.
Acara puncak FTJ 2011 pun diadakan di acara penutupan, Cabaret on The Sea, pertunjukan kabaret budaya dikemas dengan konsep lokal Halmahera Barat yang unik. Terinsipirasi dari keindahan alam Teluk Jailolo, FTJ 2011 menampilkan kolaborasi tari dan musik yang digelar di atas panggung laut dan menjadi ciri khas puncak acara Festival Teluk Jailolo setiap tahun.
Seluruh pemain, menurut event director Cabaret on The Sea dari Idea Production, Dyah Kusuma, adalah masyarakat lokal Halbar yang telah menjalani workshop selama kurang lebih tiga bulan. Mereka terdiri dari anak-anak sekolah, masyarakat, nelayan, dan petani. Pertunjukan kolosal ini diperankan 150 penduduk yang dipersembahkan khusus sebagai apresiasi untuk tamu-tamu yang berkunjung ke FTJ 2011. ”Semangat dan kreativitas masyarakat yang jauh dari kecanggihan teknologi ini akan menjadi inspirasi daerah-daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan potensi wisata masing-masing,” paparnya.
Cabaret on The Sea mengisahkan tentang persahabatan seorang putri dari daratan dengan seorang pangeran dari lautan yang berwujud ubur-ubur. Mereka berjuang bersama-sama melawan para perusak alam. Kisah ini dikemas secara menarik dalam wujud tak hanya tarian dan musik, juga akrobatik. Perpaduan kostum berwarna-warni yang dikenakan para pemain, menambah pesona senja Teluk Jailolo sore hari itu.
Obyek Wisata
Festival Teluk Jailolo 2011 mengambil tema Journey Through the Heart of West Halmahera. Peserta FTJ 2011 tidak hanya dibawa berkeliling Jailolo, ibukota Kabupaten Halmahera Barat, juga daerah-daerah potensial lain di Halbar. Salah satu destinasi yang ditawarkan untuk ditelusuri adalah Sidangoli, lokasi burung epidemik yang hampir punah. Burung Bidadari (Semioptera Wallacii), termasuk anggota keluarga Cendrawasih, yang kecantikan dan keunikannya menjadi inspirasi terciptanya maskot FTJ 2011 yang dinamakan BuBid.
Tetapi yang terutama ditawarkan sebagai obyek wisata bahari di Jailolo adalah spot-spot diving. ”Ada 10 spot diving yang sudah ditemukan di kawasan Halmahera Barat, dan masih akan terus dieksplorasi keberadaan spot-spot lainnya,” papar Namto yang juga hobi menyelam. Kelebihan spot-spot diving di Jailolo dan pulau-pulau yang tersebar di laut Halbar adalah soft coral-nya yang padat dan belum tersentuh, ikan-ikan kecilnya juga banyak. ”Tinggal bagaimana menjaga agar terumbu karang yang indah itu tidak sampai rusak atau dirusak,” ujarnya.
0 komentar:
Posting Komentar